Teknik Vertikultur Untuk Bercocok Tanam di Lahan Sempit

Teknik Vertikultur – Dalam beberapa tahun terakhir ini, cara bertanam yang satu ini tengah menjadi tren. Berasal dari bahasa Inggris, yaitu vertical yang berarti vertikal dan culture yang berarti budaya, merupakan cara berkebun yang paling tepat untuk diterapkan pada lahan maupun tempat tinggal yang terbatas luasnya.

Sejarah teknik bertanam seperti ini sebetulnya telah ada sejak tahun 1944 dan telah diterapkan oleh perusahaan benih di Swiss. Hingga akhirnya vertical garden ini pun mulai tersebar ke seluruh negara eropa yang memiliki iklim sub-tropis. Dengan mengusung misi ketahanan pangan di level rumah tangga, teknik vertikultur ini akhirnya menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Dengan sistem seperti ini, siapa pun bisa mengadaptasinya dengan mudah, dan cocok penerapannya di dalam maupun luar ruangan. Kemudian apa saja yang bisa Anda ketahui mengenai cara bercocok tanam yang satu ini, silahkan ikuti penjelasan dalam artikel ini.

Tujuan Teknologi Vertikultur

Bukan hal mudah menemukan lahan luas di perkotaan terutama di perumahan. Dengan menggunakan teknik vertikultur, harapannya adalah lahan sesempit apapun bisa menjadi lahan produktif, sehingga bisa lebih bermanfaat.

perkebunan vertikal

Selain itu, dengan tanaman hijau, tentu menjadi salah satu upaya penghijauan. Selebihnya, Anda pasti bisa mendapatkan oksigen dengan lebih baik. Tidak hanya itu, karena teknik ini juga menggunakan barang-barang bekas sebagai wadah untuk menanam, maka Anda pun termasuk orang yang membantu mengurangi jumlah sampah dan tentunya mencintai lingkungan.

Jenis Vertikultur

Vertikultur terdiri atas beberapa jenis:

Vertikultur Vertikal

Jenis yang pertama yaitu vertikultur vertikal yang menggunakan penopang berbentuk silinder yang kokoh sehingga bisa berdiri tegak. Pilihannya bisa pada paralon atau kayu yang kemudian kita berikan wadah untuk menanam, salah satunya dengan menggunakan gelas bekas air mineral.

Vertikultur Horizontal

Vertikultur yang kedua yaitu yang disusun secara bertingkat seperti tangga atau rak, sehingga disebut sebagai vertikultur horizontal. Untuk wadah penanaman salah satunya adalah batang pisang atau rak yang bisa anda kombinasikan dengan wadah tanam, seperti kaleng bekas, karung, atau yang lainnya.

Vertikultur Gantung

Vertikultur gantung adalah jenis yang ketiga, di mana cara meletakkan wadah penanamannya dengan menggantungkan pada atap bangunan, dengan menggunakan kawat atau tali sebagai penyangganya. Teknik yang satu ini banyak kita lihat di teras-teras rumah maupun perkantoran dengan pemilihan wadah yang menarik sehingga memiliki nilai estetika.

Vertikultur Susun

Berikutnya adalah vertikultur susun yang sekilas mirip dengan vertikultur vertikal. Pada teknik ini, biasanya gunakan pot yang disusun tanpa penopang seperti aplikasi pada vertikultur vertikal.

Teknik Vertikultur

Berikutnya adalah teknik bertanam vertikultur.

Botol Bekas

Tanaman berakar pendek sangat tepat bila menggunakan botol bekas sebagai pot. Namun jika tanaman memiliki akar yang lebih panjang, Anda bisa memotong bagian bawah botol kemudian membuat lubang pada bagian tutupnya sebagai drainase, sementara untuk menggantungnya, Anda bisa memanfaatkan bagian sampingnya.

vertikultur tanaman sayur

Sebelum menggunakan botol, bersihkan terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan botol bekas air mineral berukuran 1,5 atau 2 liter, kemudian pada bagian sisinya dari atas ke bawah buat lubang selebar 3 hingga 5 cm. Teknik ini tepat bila anda gunakan pada vertikultural horizontal.

Media Tanam

Untuk media tanam vertikultur bisa anda gunakan media tanah dan hidropnik atau non tanah. Keduanya pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Media tanah memang mampu memberikan nutrisi dan unsur hara dengan baik pada tanaman. Di mana tanah bisa menjadi tempat untuk menyimpan cadangan air dan agar hasilnya bisa lebih maksimal, maka Anda bisa mencampur tanah dengan media lain.

Jika Anda ingin menggunakan media tanam maka sebaiknya menyiapkan tanah gembur, pupuk kompos dan sekam. Berikutnya campur secara merata dengan perbandingan 1:1:1. Setelah itu, masukkan ke dalam botol bekas yang telah anda siapkan sebelumnya.

vertikultur hidroponik

Berikutnya untuk vertikultur yang menggunakan media hidroponik, maka Anda memerlukan beberapa media, seperti sekam bakar, rockwool juga cocopeat. Agar media ini bisa berfungsi dengan baik, maka ketiga media tadi harus melalui proses sterilisasi sehingga lebih bersih dan mengurangi kemungkinan tumbuhnya gulma.

Karena sudah menggunaakan media air, maka Anda tidak perlu melakukan penyiraman seperti pada media tanah. Kabar baiknya adalah kelebihan dari media tanam ini adalah lebih bersih dan tidak berantakan.

Kelebihan dan Kekurangan Vertikultur

Seperti halnya banyak hal di dunia tanaman, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Tanigo akan membahas satu persatu kelebihan dan kekurangan yang ada di teknik bercocok tanam vertikal berikut ini.

Kelebihan

Dari rangkuman penulis kami menemukan 7 keunggulan teknik tanam vertikal. Berikut ini adalah kelebihan yang bisa Anda dapat dari teknik bertanam vertikultur.

Efisiensi Lahan

Seperti yang penulis sebutkan di atas, bahwa teknik tanam ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sempit. Sehingga Anda bisa memiliki kebun meskipun tidak terdapat lahan luas di sekitar rumah.

Mudah Dipindahkan

Meskipun tidak disarankan untuk dipindahkan hingga mengubah tata letak tanaman, namun teknik vertikulur memungkinkan Anda untuk memindahkannya, meski sebaiknya tidak terlalu sering karena dapat menganggu pertumbuhan tanaman-tanaman tersebut.

Minim Gulma

Pada teknik vertikulutur kemungkinan munculnya gulma jauh lebih kecil. Di mana gulma yang mudah kita lihat pada perkebunan biasa akan menganggu tanaman tersebut karena akan mengurangi jumlah zat hara yang sangat tanaman butuhkan untuk melakukan fotosintesis.

Minim Hama

Hama juga sangat minim kita temukan pada teknik bertanam ini, sehingga membantu Anda agar lebih berhemat karena tidak perlu membeli obat hama.

Sedikit Pupuk

Kelebihan lainnya adalah konsumsi pupuk yang jauh lebih sedikit. Hal dikarenakan wadah tempat menanam yang relatif kecil sehingga akan berpengaruh pada jumlah pupuk.

Lebih Estetik

Menyusun tanaman di salah satu sudut rumah atau dinding, akan membuat sekitarnya menjadi lebih segar dan tentu saja sedap dipandang. Anda bisa menyusun sedemikian rupa, hingga mendapatkan susunan yang lebih berestetika.

taman gantung vertikal

Hemat

Memilih sayuran untuk ditaman pada teknik vertikultur merupakan hal yang paling lumrah. Dengan cara ini, Anda pun bisa sekaligus menghemat pengeluaran karena sayuran sudah bisa anda panen tanpa harus mengeluarkan uang lagi. Anda hanya tinggal memetiknya di kebun sendiri. Selain itu, Anda pun akan lebih sehat karena sayuran yang anda makan lebih sehat karena organik.

Kekurangan

Melihat banyaknya manfaat yang bisa Anda dapat pada teknik bertanam yang satu ini, nyatanya masih ada kekurangan yang harus Anda ketahui, berikut ini di antaranya.

Penyiraman

Tidak bisa kita pungkiri bahwa teknik vertikultur membutuhkan banyak air karena media tanam yang cenderung minim. Sehingga untuk menjaga air dan unsur hara tidak cepat habis dan berkurang, maka Anda harus rajin memberi air.

Teknik Vertikultur setidaknya membutuhkan penyiraman dua kali dalam sehari. Terutama untuk tanaman yang terkena matahari langsung, dan pemberian pupuk biasanya perlu ditambahkan dalam kurun waktu satu minggu.

Modal

Benar bahwa Anda hanya perlu menggunakan bahan-bahan bekas untuk wadah tanaman. Namun Anda perlu memerhatikan betul berbagai peralatan serta komponen yang akan digunakan untuk proses instalasi vertikultur ini. Dan memang proses ini membutuhkan modal yang cukup besar, terlebih bila Anda menggabungkan teknik hidroponik secara bersamaan.

Perawatan

Kekurangan berikutnya yang perku Anda perhatikan adalah perawatannya. Di mana tingkat kesulitannya lebih banyak, karena kondisi tanaman yang bersusun-susun, sehingga Anda harus lebih intensif merawatnya. Selain itu, karena jarak tanam yang cukup rapat, maka hama dan penyakit juga mudah menyebar, terutama pada musim penghujan.

Kesimpulan

Nah itu dia serba serbi mengenai teknik bertanam vertikultur yang sebetulnya sangat menarik. Bagaimana menurut Anda?

Febriyani

Mahasiswi STKIP PGRI Ponorogo, sedang belajar tentang bercocok tanam.

Sebelumnya

Daun Mimba dan Berbagai Manfaatnya untuk Kesehatan

Ketahui Lebih Jauh tentang Monstera deliciosa Yuk

Berikut