Tanaman Variegata, Trend Mutasi Tumbuhan yang Bernilai Tinggi

Istilah variegata merujuk pada mutasi genetik yang terjadi secara alami pada tanaman sehingga menyebabkan daunnya memiliki corak warna unik. Berbagai jenis tanaman bisa menjadi variegata bila ada mutasi genetik pada tanaman tersebut. Namun variegata yang terjadi secara alami ini tidak diturunkan. Corak warna unik pada tanaman ini menjadi daya tarik tersendiri dan bahkan meningkatkan harganya di pasaran.

Mengenal Variegata pada Tanaman

Seperti yang sudah penulis terangkan sebelumnya, variegata merupakan istilah untuk menyebut mutasi genetik yang terjadi pada tanaman, sehingga menimbulkan corak unik pada daun. Bagaimana itu bisa terjadi dan apa penyebabnya?

Apa itu Tanaman Variegata?

Pengertian variegata adalah bagian dari tanaman yang memiliki perbedaan warna dengan warna aslinya. Perbedaan ini biasanya terletak berdampingan pada satu bagian tubuh tanaman. Variegata diekspresikan sebagai bagian tumbuhan yang tampak belang atau memiliki bercak warna berbeda dengan warna aslinya.

Warna yang umum pada variegata adalah kuning, putih, merah muda dengan corak yang tidak beraturan. Akan tetapi, ada juga variegata yang memiliki corak beraturan, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh bagian daun dan membuat tampilan warnanya hanya kuning, putih, atau merah muda.

Penyebab Tanaman Menjadi Variegata

Penyebab variegata adalah perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel tanaman. Mutasi ini bisa terjadi secara alami maupun buatan. Namun perlu kita ketahui bahwa mutasi yang terjadi secara alami sangat langka, perbandingannya sekitar 1:1000000. Hal ini membuat orang-orang sengaja menciptakan mutasi pada tanaman supaya menjadi variegata, karena harganya cukup tinggi.

tanaman variegata hias

Mutasi yang menyebabkan corak tanaman menjadi unik ini merupakan perubahan sebagian kecil dari gen warna pada sel titik tumbuh tanaman sehingga terus membelah dan berkembang. Di sisi lain, sel yang normal juga mengalami perkembangan. Keduanya terus berkembang sampai membentuk organ, misalnya daun. Pada kondisi ini daun tanaman disebut dengan variegata.

Pada pertumbuhannya, warna variegata tidak selalu bisa berkembang dengan baik dan bisa kembali ke warna semula, yaitu hijau. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut. Pertama, sel variegata mempunyai sifat mutasi tidak permanen. Kedua, sel variegata itu lemah atau tidak sempurna. Sifat lemah dari sel variegata itu bisa menyebabkan tumbuhan mudah terserang penyakit atau tidak bisa bersaing dengan sel normal dalam menyerap suplai makanan. Pada akhirnya, sel tidak bisa berkembang dan mati.

Jenis Variegata pada Tanaman

Secara umum, tanaman variegata dapat kita kelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu variegata pola Chimeral, pola Genetik, dan variegata karena serangan penyakit.

Variegata Pola Chimeral

Pola Chimeral yang terjadi adalah akibat dari mutasi pada sel-sel tanaman, sehingga ada sel tanaman yang menghasilkan klorofil dan ada yang tidak, meski pada satu daun yang sama. Hal tersebut mengakibatkan terbentuknya pola warna hijau-putih atau hijau-kuning secara acak dan bercampur dalam satu daun.

Daun dengan bercak berwarna putih atau kuning ini kurang efektif dalam menyerap energi matahari dibandingkan dengan daun yang sepenuhnya hijau, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih lambat. Karena pola chimeral itu acak, perbanyakan dilakukan dengan propagasi.

Variegata Pola Genetik

Pola genetis variegata akan menurunkan sifatnya ke generasi selanjutnya, dan bersifat tetap. BIasanya tanaman dengan sifat genetis ini terbentuk dengan cara pemuliaan tanaman dan rekayasa genetika. Namun banyak juga tanaman variegata yang dapat kita temukan secara alami.

Variegata pola gelembung atau reflektif

Jenis lain corak dari tanaman ini adalah pola gelembung. Sesuai dengan namanya, pola warna variegata jenis ini berbentuk gelembung pada daunnya yang berisi kantong udara. Pada bagian gelembung daun terlihat lebih transparan sehingga tampak berbeda warna.

Pada tanaman seperti ini, bagian yang merefleksikan cahaya terlihat berwarna lebih cerah dengan kilau keperakan. Pola variegata ini biasanya bersifat genetis dan tidak acak sehingga bisa jika gen turun ke generasi berikutnya maka akan tetap terlihat meski dilakukan perbanyakan berkali-kali.

Ciri-Ciri Tanaman Variegata

Ciri-ciri yang paling terlihat dari variegata adalah batas coraknya jelas dan saling terhubung dengan corak pada bagian lain. Dengan batas yang jelas ini, coraknya tampak mirip seperti batik.

Sedangkan perbedaan warna yang penyebabnya adalah penyakit atau kekurangan nutrisi tampak seperti bercak tumpahan kopi. Terdapat gradasi warna yang berbeda, tidak beraturan, dan tidak saling terhubung antara beberapa bercak. Jika anda temukan bercak yang seperti itu, mungkin saja tanaman itu bukan variegata.

Ciri lainnya adalah bercak variegata bisa terlihat sampai ke batang atau paling tidak terlihat sampai tangkai dan tulang daun. Hal ini karena mutasi sel berawal dari titik tumbuh, kemudian terus berkembang sampai membentuk daun, batang, tangkai, dan tulang daun. Namun bercak pada tanaman yang terserang penyakit atau kekurangan nutrisi hanya ada pada daun.

Warna yang Umum pada Tanaman Variegata

Warna yang umum pada variegata adalah kuning, putih, merah muda dengan corak yang tidak beraturan. Akan tetapi, ada juga variegata yang memiliki corak beraturan, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh bagian daun dan membuat tampilan warnanya hanya kuning, putih, atau merah muda.

tanaman variegata calathea

Daun variegata yang asli biasanya memiliki corak warna unik yang tersebar di tiap bagian daun. Berbeda dengan variegata buatan, corak warna unik tersebut biasanya hanya kita temukan di bagian ujung.

Karakteristik Tanaman Variegata

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tanaman variegata memiliki corak daun yang unik, seperti kuning, putih, merah muda dengan corak tidak beraturan. Akan tetapi, ada variegata yang memiliki corak beraturan, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh bagian daun dan membuat tampilan warnanya hanya kuning, putih, atau merah muda.

Selain terjadi secara alami, corak unik variegata juga bisa terjadi karena campur tangan manusia. Namun corak yang tidak alami ini biasanya tidak permanen dan akan menjadi hijau lagi dalam waktu 6-8 bulan.

Nilai Ekonomi Tanaman Variegata

Tren Warna dan Corak Variegata

Tanaman variegata memang memiliki nilai lebih jika kita bandingkan dengan tumbuhan yang berwarna hijau biasa. Hal ini karena corak uniknya yang lebih memiliki daya tarik tersendiri. Warna variegated plant biasanya kuning, putih, dan merah muda. Batas corak antar warna tersebut jelas dan saling terhubung dengan corak pada bagian lain. Dengan batas yang jelas ini, coraknya tampak mirip seperti batik.

Mengapa Harga Tanaman ini Mahal?

Bukan hanya karena corak uniknya, langkanya tanaman ini membuat harganya mahal. Beberapa jenis tanaman bisa mati apabila petani paksakan menjadi variegata, atau paling lama bertahan 6-8 bulan. Laboratorium yang paling sukses mengembangkan variegata buatan adalah Thai Constellation di Thailand. Kabarnya, hasil produksi tanaman ini di laboratorium bisa bertahan permanen.

Selain itu, melonjaknya harga tanaman ini karena permintaan pembeli yang tidak sebanding dengan ketersediaan barang. Meski demikian, harga tanaman variegata sebelum viral memang sudah mahal, sekitar 5-10 kali lipat jika kita bandingkan dengan tanaman hias biasa. Kalau yang sangat langka, harganya bahkan bisa mencapai 50 kali lipat.

Harga Pasaran Tanaman Variegata

Harga tanaman eksotis ini di pasaran bervariasi. Ada yang pedagang jual seharga ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Tentu semua itu bergantung pada corak, ketersediaan, dan tinggi-rendahnya permintaan di pasaran.

Kesimpulan

Variegata merupakan bagian dari tanaman yang memiliki perbedaan warna dengan warna aslinya. Warna yang umum adalah kuning, putih, merah muda dengan corak yang tidak beraturan. Namun ada yang memiliki corak beraturan, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh bagian daun dan membuat tampilan warnanya hanya kuning, putih, atau merah muda. Seiring permintaan yang cukup tinggi, ketersediaan tanaman yang langka, membuat harga tanaman ini menjadi sangat mahal.

Ana Zuhriatun Nisa
Seorang lulusan Pendidikan Kimia Universitas Lampung yang memiliki hobi menulis sejak SMA. Selain menjadi guru, saya juga menekuni dunia pembuatan konten sejak 2017.
Sebelumnya

6 Tips Budidaya Jeruk Baby: Rasa Manis, Hasil Melimpah

10 Jenis Tanaman Variegata Paling Hits

Berikut