Mengenal Tanaman Sukulen si Cantik yang Minim Perawatan

Menanam tanaman hias menjadi salah satu tren yang hadir sejak datangnya pandemi. Karena masyarakat Indonesia lebih banyak meluangkan waktu di rumah, ini membuka kesempatan bagi mereka yang selama ini ingin merawat tanaman hias tapi nggak punya waktu untuk melakukannya. Sekarang mulai banyak masyarakat yang mengisi waktu kegiatannya di rumah selain work from home (WFH) dengan cara menanam tanaman favoritnya. Kamu sendiri sudah merawat tanaman hias belum di rumah? Kalau belum, kamu perlu tahu tentang jenis tanaman sukulen yang gampang banget buat dibudidayakan.

Mengenal Tanaman Sukulen

Sukulen atau succulent atau succophyte ini merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki daya serap air yang tinggi dan air yang telah diserap tersebut disimpan dan dijadikan cadangan ke dalam batang utama tanaman. Setidaknya, tumbuhan jenis ini memiliki satu jaringan sukulen. Batang atau daun jenis tanaman ini cenderung tebal, karena kemampuannya untuk menyerap air.

Beragam macam tanaman Sukulen

Seperti yang ada dalam kutipan dari britannica.com, tanaman yang cenderung tumbuh subur pada iklim hangat dan kering ini memiliki lebih dari 60 familia tanaman, yang mana banyak dominasi dari familia Aizoaceae, Cactaceae dan Crassulaceae. Beberapa di antara tanaman-tanaman tersebut yang sering penggemar tanaman hias jadikan koleksi adalah tanaman yang berjenis Aloe, Echeveria, Kalanchoe, dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri Tanaman Sukulen

Selain itu, macam tumbuhan sukulen ini bisa berupa dikotil dan juga monokotil.  Jenis tanaman ini juga tentunya nggak rentan terhadap kondisi kering dan panas yang berkepanjangan. Hal ini juga yang nantinya memudahkan kamu untuk nggak perlu menyiram tanaman ini dengan intensitas yang tinggi. Maka dari itu, tumbuhan cantik ini sering menjadi tanaman hias oleh kebanyakan orang karena perawatannya yang tergolong mudah dan nggak membutuhkan lahan yang luas.

Begitu tahu kalau tanaman sukulen ini menyerap dan menyimpan air pada batangnya, salah satu tanaman yang sudah sangat terkenal akan sifatnya yang ini adalah kaktus. Kalau kaktus, kami jamin kamu pasti sudah tahu. Kalau dilihat-lihat, kaktus memiliki ciri yang sama dengan tanaman ini, yakni berbatang tebal karena sifat sukulennya tersebut. Jadi, banyak orang mengatakan kalau kaktus adalah bagian dari tanaman sukulen. Tapi, nggak semua tanaman sukulen adalah kaktus, ya. Kaktus hanya salah satu contoh dari jenis tanaman sukulen.

Perbedaan Tanaman Sukulen dan Kaktus

Perbedaan antara sukulen dan kaktus terlihat juga dari struktur anatomi kedua tanaman. Jenis tanaman ini selain kaktus ada yang memiliki bulu halus dan bahkan batangnya berbentuk seperti bunga. Sedangkan kaktus, seperti yang kamu ketahui, dia memiliki duri-duri yang berperan sebagai jaringan daun.

Apabila kami lihat dari urutan takson tumbuhan, Kaktus adalah salah satu jenis familia yang memiliki sifat/jaringan sukulen, yakni Cactaceae. Sampai sini sudah tahu, ya, bedanya tanaman sukulen lainnya dengan kaktus!

Jenis-jenis Tanaman Sukulen

Selain kaktus, sekarang saatnya kamu kenalan sama jenis-jenis tanaman sukulen yang bisa kamu temuin di mana pun.

Sukulen Panda

Tadi sudah sempat disinggung bahwa ada jenis sukulen yang memiliki bulu halus, itu adalah tanaman jenis ini. Layaknya nama, sukulen panda memiliki warna putih di seluruh permukaan daun (yang mana berbentuk bulu-bulu halus) dan bercak kecoklatan di pinggirnya. Warna yang dihasilkan pun akan hitam-putih seperti warna panda.

Panda Succulent Plant

Terkhusus Sukulen Panda, tanaman jenis ini harus lebih sering disiram dibanding tanaman sukulen lainnya. Kamu bisa lihat apabila tanah di tanaman ini sudah mulai mengering, waktunya kamu untuk siram lagi tanahnya. Sukulen panda nggak bisa hidup di tanah yang kering kerontang. Jadi, pastikan untuk perhatikan kondisi tanahnya saat menanam si Panda ini, ya.

Sukulen Jade

Selain jenis yang memiliki bulu halus, tadi juga sempat disinggung kalau jenis tanaman sukulen ada juga yang berbentuk bunga. Nah, jenis tersebut adalah Sukulen Jade. Sekilas, jenis ini terlihat seperti tanaman bonsai, tapi sebenarnya bukan, ya.

Jade Succulent Plant

Sukulen Jade memiliki batang dan daun sebagaimana tanaman pada umumnya, namun yang menjadi ciri khasnya sebagai tanaman sukulen adalah daunnya yang tebal dan berbentuk oval. Untuk merawat Sukulen Jade, kamu jangan terlalu sering siram air, ya. Kalau terlalu sering, justru malah mati. Oh iya, kamu bisa lihat dari warna daunnya nanti. Kalau warnanya memudar dan tidak sepenuhnya hijau, itu tandanya Jade sedang stressed dan membutuhkan air.

Sukulen Sedum

Jenis ini bisa sering orang sebut sebagai Ekor Keledai, karena bentuknya yang unik dan menyerupai sebuah ekor. Jenis tanaman ini memiliki daun yang tebal dan bisa menjuntai ke bawah sepanjang 60 cm. Karena Sekulen Sedum bisa memanjang seperti itu, maka lebih baik kamu pelihara dengan metode gantung baik di dalam maupun luar rumah, tapi sebenarnya lebih baik di dalam rumah karena lebih lembap. Tanaman ini tidak perlu banyak air dan mudah untuk berkembang biak.

Sedum Succulent Plant

Jenis tanaman sukulen nggak hanya ini, ya. Kamu masih bisa cari lebih banyak lagi tentang jenis-jenisnya kalau memang tertarik untuk mengetahui lebih dalam.

Tips Merawat Tanaman Sukulen Untuk Pemula

Nah, setelah tahu jenisnya, hal lainnya yang nggak kalah penting untuk kamu ketahui adalah cara merawat tanaman yang tahan cuaca kering ini bagi para pemula. Walaupun perawatannya termasuk gampang, tapi kamu harus perhatikan beberapa hal seperti berikut:

Memilih pot dan Media Tanam yang tepat

Pilihlah pot dan media tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pot yang kamu gunakan harus jenis pot yang punya lubang di bawah agar air nggak menggenang dan nggak membahayakan si tanaman. Air yang menggenang di dalam pot bisa ngebuat akar tanaman kita busuk, loh. Selain itu, media tanam yang kamu gunakan juga harus kita perhatikan mengingat tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini nggak bisa hidup dengan intensitas kelembapan yang tinggi. Mungkin kamu bisa campurkan pasir malang dengan perlite supaya nggak terlalu lembap.

Memberikan Sinar Matahari yang Cukup

Tanaman Sukulen dengan sinar matahari cukup

Sinar matahari perlu kamu perhatikan. Walaupun mereka bisa hidup di tempat kering, tetap saja sinar matahari terik bisa berbahaya banget untuk jenis tanaman ini. Kamu bisa menjemur tanaman sukulenmu selamat 4 – 6 jam setiap harinya, tentunya dengan sinar matahari pagi, ya. Apabila terpapar sinar matahari yang terik, tanaman ini akan menghasilkan noda kehitaman yang mana nggak bisa hilang kalau kondisinya parah banget.

Siram air dan berikan pupuk secara berkala

Siram dan pupuk secara berkala. Pada dasarnya, terdapat perbedaan penyiraman dalam tanaman sukulen. Apabila jenis tanamannya indoor, maka intensitas penyiramannya tidak sebanyak sukulen outdoor. Kamu bisa menyiram tanaman ini selama satu sampai dua minggu. Perlu kamu perhatikan juga kondisi tanahnya sebelum melakukan penyiraman, ya, sudah harus benar-benar kering. Untuk pupuk, kamu bisa memupuk selama satu sampai dua bulan sekali. Berikan sebanyak dua sampai tiga butir ke tanaman dan jangan terlalu banyak atau nanti akan terjadi overheat (kondisi panas yang berlebih) dan menghasilkan kerusakan.

Kesimpulan

Nah, karena sekarang kamu sudah kenal dan tahu bagaimana caranya merawat tanaman hias yang cantik ini, kira-kira kamu sendiri sudah punya pilihan belum akan jenis tanaman sukulen favorit kamu? Kalau sudah, kayaknya seru tuh untuk coba rawat sekaligus nambahin aktivitas #StayaAtHome kamu juga.

Kamu juga bisa rawat dengan baik tanamanmu karena kamu sudah tahu apa yang harus dan nggak harus kamu lakuin begitu sudah merawat tanaman yang akan terlihat cantik di tanah kering ini. Lumayan juga, loh, menambah pemandangan indah buat kamu dengan hadirnya tanaman hias baru. Nggak perlu ragu, sekarang giliranmu rawat tanaman-tanaman ini, ya!

ola

Pengalaman saya dalam bidang penulisan adalah menjadi transkripsionis di LIPI dan magang di NCB-INTERPOL Indonesia sebagai translator. Selain itu, saya juga pernah menjadi Marketing and Content Management serta Digital Media Advertising di perusahaan-perusahaan sebelumnya.

Implementasi Mekanisasi Pertanian Tepat Guna

Berikut