6 Cara Budidaya Rumput Gajah, Mudah dan Untung Besar!

Budidaya tanaman saat ini menjadi sesuatu yang sangat popular. Dimana-mana orang-orang mulai berbondong-bondong mengoleksi tanaman dan menjadikannya ladang bisnis. Tapi budidaya tanaman ternyata tidak hanya pada tanaman hias saja, lho. Kamu juga bisa memilih budidaya rumput sebagai pilihan bisnis di bidang tanaman. Salah satu jenis tanaman yang bisa kamu budidayakan adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum).

Hingga saat ini, kebutuhan akan tanaman yang digunakan Pennisetum purpureum untuk pakan ternak ini tidak pernah surut. Rumput gajah banyak peternak pilih sebagai pakan ternak seperti sapi, kerbau, kuda, kambing, dan lainnya karena kandungan gizinya yang baik untuk hewan ternak tersebut. Makanya tidak heran jika budidaya satu ini dapat menghasilkan pendapatan yang lumayan.

Buat kamu yang penasaran dengan budidaya rumput gajah, berikut cara-cara yang dapat kamu lakukan untuk memulai budidayanya. Namun sebelum itu, yuk ketahui apa sebenarnya rumput gajah ini.

Mengenal Rumput Gajah

Rumput gajah merupakan jenis tanaman yang memiliki ukuran besar dan memiliki nutrisi yang tinggi untuk hewan ternak. Rumput ini pada awalnya banyak dibudidayakan di Benua Afrika karena karakteristiknya yang tahan terhadap panas. Namun bagi kamu yang ingin membudidayakan rumput ini di Indonesia, membudidayakannya tidak sesulit yang kita bayangkan.

rumput gajah

Dengan pertumbuhan jenis pakan ternak yang relatif cepat ini, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Rumput gajah juga memiliki nutrisi yang ternak butuhkan. Lebih lengkapnya akan akan penulis jelaskan di bawah ini:

Karakteristik

Rumput yang di luar negeri dikenal sebagai Elephant Grass ini memiliki karakteristik tegak tinggi hingga 7 meter, merumpun lebat, memiliki batang tebal dan keras, dan memiliki bunga seperti es lilin. Rumput jenis ini akan tumbuh subur di atas tanah dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.

Kandungan Gizi

Sesuai dengan penjelasan di atas, rumput gajah memiliki nutrisi-nutrisi yang ternak butuhkan seperti 19,9% bahan kering, 10,2% protein kasar, 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitogen. Dengan semua kandungan ini, semua nutrisi yang dibutuhkan ternak pastinya dapat terpenuhi dan membuat ternak menjadi lebih sehat.

Cara Budidaya Rumput Gajah

Buat kamu yang ingin membudidayakan rumput gajah, kamu dapat mengikuti langkah-langkah yang ada di bawah ini:

Mempersiapkan Lahan Tanam

Langkah pertama yang dapat dapat kamu lakukan untuk mulai budidaya tanaman pakan ternak ini adalah dengan menyiapkan lahan tanam. Kamu dapat memulainya dengan membersihkan lahan dari gulma, mengemburkan tanah yang akan menjadi lahan tanam, hingga membuat lubang tanam. Agar hasilnya maksimal, sebaiknya kamu melakukan pengolahan tanah ini pada akhir musim kemarau sehingga tanah sudah siap untuk ditanami pada awal musim hujan.

Mempersiapkan Bibit Rumput Gajah

Setelah mempersiapkan lahan tanam, langkah kedua yang dapat kamu lakukan untuk budidaya rumput gajah adalah dengan mempersiapkan bibit. Ada beberapa cara mendapatkan bibit tersebut, yaitu mulai dari metode biji, dengan melakukan stek, hingga dari sobekan rumput. Untuk lahan seluas 1 hektare, kebutuhan bibit stek adalah sebanyak 17.000 atau kamu dapat menyesuaikannya dengan lahan tanam yang kamu miliki.

Menanam

Langkah ketiga yang harus dilakukan setelah persiapan bibit adalah mulai melakukan penanama. Ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan saat menanam, yaitu mulai dari umur batang bibit hingga jarak tanam.

Untuk metode stek batang, kamu dapat memilih umur batang yang cukup tua yaitu sekitar 2 bulan dan memiliki ruas mata sekitar 2-3 buah. Sedangkan untuk metode bibit sobekan rumpun, kamu dapat mengambil 3-4 akar rumpun dengan ukuran yang tidak begitu besar. Agar hasilnya lebih baik, sebaiknya kamu menanam rumput gajah ini dengan jarak 30×50 cm.

Memelihara

Memelihara rumput gajah menjadi bagian penting ketika kamu melakukan budidaya. Kamu dapat melakukannya dengan cara penyulaman, penyiangan, hingga merapikan rumput yang tumbuh di luar lahan tanam. Jangan lupa juga untuk melakukannya secara rutin dan berkala. Selain itu, kamu juga dapat melakukan pengairan ketika kondisi lahan terlalu kering dan sebelum kamu melakukan pemupukan.

rumput gajah

Pada proses pemupukan, kamu dapat melakukannya pemupukan pertama pada saat tanaman telah berusia antara 2-3 minggu. Kamu dapat memilih pupuk jenis urea dan KCI dengan ukuran dosis sesuai anjuran. Setelah pemupukan pertama, kamu dapat melakukan pemupukan lagi ketika tanaman berusia 2-3 minggu setelah panen.

Memanen

Setelah melakukan langkah-langkah di atas dengan benar, ini saatnya kamu memanen rumput gajah. Kamu dapat memanen rumput bernutrisi tinggi ini ketika tiba waktunya. Kamu dapat melakukannya setiap 40 hari pada musim hujan dan 60 hari pada saat musim kemarau. Untuk pemotongan, kamu wajib menyisakan 10 cm bagian bawah tanaman untuk memudahkan perkembangan tanaman.

Pastikan juga kamu tidak menyisakan sisa panen terlalu panjang karena akan mengakibatkan hanya mata tunas saja yang tumbuh, sebab anakan rumput tidak dapat tumbuh. Selain itu, panenlah tepat waktu sebelum berbunga, karena ketika telah berbunga batangnya akan segera mengeras dan dapat menurunkan gizi dari tanaman pakan ternak ini sendiri.

Meremajakan Lahan dan Tanaman

Seperti halnya budidaya tanaman lainnya, setelah pemanenan dilakukan, kamu wajib meremajakan lahan dan tanaman sebelum melakukan penanaman kembali. Kamu dapat melakukannya setelah tanaman rumput gajah berusia 3-4 tahun ataupun ketika tanaman tidak dapat dirawat kembali. Kamu dapat melakukannya dengan mencangkul tanah yang ada di sekitar tanaman, membuat lubang baru untuk ditanami, dan pastinya menanamnya dengan tanaman yang baru.

Harga dan Analisis Usaha Rumput Gajah

Setelah mengetahui langkah-langkah budidaya, lalu berapa sih harga dari rumput gajah? Bagaimana pula analisis tanaman ini sebagai suatu usaha yang menguntungkan? Dari segi harga, kamu dapat menjualnya dengan harga Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per ton. Dengan ukurannya yang besar, pastinya tidak sulit untuk mendapatkan satu ton hasil panen.

Jika kamu memiliki ketelatenan, budidaya rumput khas pakan ternak ini dapat menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Setidaknya kamu bisa mendapatkan penghasilan jutaan rupiah dari budidayanya.

Kesimpulan

Membudidayakan rumput gajah bukan sesuatu yang sulit. Kamu bisa menjadi salah satu orang yang membudidayakan tanaman satu ini dan mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Kuncinya adalah pastikan kamu melakukan perawatan yang baik secara rutin dan pastikan menghindari hama dan gulma. Selain itu pastikan selalu memperhatikan kesuburan tanah agar hasil yang akan kita dapatkan lebih maksimal. Jadi, sudahkah kamu siap mulai membudidayakan rumput gajah?

Desi Murniati

Penulis konten yang saat ini bercita-cita hidup di alam seperti Liziqi. Entah besok.

Sebelumnya

Monstera Variegata, Tanaman Unik yang Jadi Primadona

Ketahui Lebih Banyak Tentang Monstera adansonii Di Sini

Berikut