3 Prinsip Petani Sukses 2021 Agar Dapat Keuntungan Jangka Panjang

Prinsip petani sukses di tahun 2021 bukan lagi hanya kemampuan berinovasi. Punya kemampuan inovasi itu memang penting, tapi masih ada 3 prinsip lain yang tidak kalah penting. Terutama sejak masa pandemi Covid-19 datang.

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang jadi petani lagi. Jumlah orang yang terjun di dunia pertanian dan agribisnis makin banyak. Persaingan bertambah. Lalau bagaimana agar tetap bisa bertahan dan jadi petani milenial yang sukses?

Prinsip Petani Sukses

Bagaimana Seorang Petani Bisa Berhasil Dalam Pekerjaannya?

Untuk bisa terus bertahan dan berhasil dalam dunia pertanian, seorang petani harus memiliki beberapa prinsip sukses. Berikut ini adalah beberapa prinsip petani sukses di tahun 2021 yang mampu mengantarkan seorang petani berhasil dalam pekerjaan.

1. Petani harus paham dan masuk dunia digital

Tahun 2021 adalah tahun digital. Makin banyak sektor bisnis yang tumbuh dan berkembang karena peran teknologi internet. Karena dari itu, petani juga harus mulai berkembang di dunia digital. Salah satu dukungan pemerintah bagi petani berupa program digital farming.

Program digital farming adalah sistem agar petani bisa mengelola aktivitas pertanian dengan dukungan digital agroteknologi. Salah satu contoh praktisnya adalah dengan perkiraan hujan, serangan hama, dan pemasaran.

Selain mengandalkan dukungan pemerintah, petani juga bisa memasuki program digital melalui berbagai pelatihan dan kursus. Beberapa contoh pelatihan yang bisa petani ikuti adalah pelatihan pemasaran media sosial, pelatihan tematik Kementerian Pertanian, dan pelatihan digital marketing.

Masuk dunia internet tidak hanya sekedar membuka Facebook, Whatsapp, atau Youtube. Ada banyak aplikasi, forum digital, dan website bertema agrobisnis. Ada juga banyak kesempatan bagi petani memasarkan produknya di berbagai marketplace nasional dan internasional.

Bila prinsip petani sukses di tahun 2021 ini dijalankan, maka berbagai aktivitasnya akan membuatnya mampu mengembangkan bisnis dan berhasil menaikkan keuntungan.

2.  Petani wajib fokus pada produk tertentu

Petani sukses adalah petani yang fokus pada produk khasnya. Bob Sadino kita kenal dengan pertanian hidroponik atau Ulus Primawan dengan produk buncis miliknya.

Dengan fokus pada produk, petani makin paham karakteristik produk tersebut dan sejumlah hal yang melingkupinya. Sehingga, lama-kelamaan, ia akan fasih memahami banyak hal terkait produknya.

Prinsip petani sukses ini perlu anda ketahui dan dipegang dengan gigih. Sebabnya, seorang petani sering berganti-ganti jenis tanaman mengikuti musim  dan selera pasar.

Sebenarnya, berganti-ganti jenis tanaman tidak salah. Akan tetapi dalam jangka panjang, hal itu justru akan merugikan. Sebab petani harus terus-menerus meraba-raba.

Akan berbeda bila fokus pada satu atau dua produk tertentu. Pada awalnya, memang meraba-raba tapi lama-kelamaan seorang petani akan paham dan menemukan banyak celah kemungkinan untuk menaikkan keuntungan.

Contohnya, akan semakin paham jalur pemasaran, sehingga makin jarang berhubungan dengan tengkulak, petani juga bisa makin meningkatkan kualitas produknya, dikenal pasar sebagai petani khas tanaman tertentu, atau juga bisa mendapat harga pupuk yang lebih murah.

Masih banyak keuntungan lain yang bisa didapat bila seorang petani fokus pada produk tertentu. Karenanya dengan fokus pada produk tertentu, petani makin mungkin meningkatkan profit

3. Seringnya, konsistensi lebih penting dari inovasi

Berbagai motivasi, dorongan, atau ceramah bagi petani menuntut seorang petani untuk berinovasi. Sayangnya, konsistensi sering lebih penting dari inovasi. Saat petani memiliki konsistensi, ia akan memiliki karakteristik dan ciri khas. Dengan begitu, petani akan lebih mudah mencapai keuntungan bisnis.

Konsistensi adalah prinsip petani sukses yang sering dilupakan. Padahal, prinsip ini yang mengantarkan banyak cerita petani sukses. Salah satu contoh konsistensi petani adalah konsisten menanam satu jenis tanaman, konsisten memakai metode hidroponik, atau konsisten tidak memakai tengkulak.

Memang untuk bisa mencapai konsistensi membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Bahkan sering mendapat cibiran dari rekan petani lainnya. Walau begitu, prinsip sukses ini harus terus petani jalankan. Tentu saja untuk mendapatkan profit jangka panjang di dunia pertanian.

Danu Santoso

Saya adalah orang yang tertarik dengan dunia tulis dan foto. Saya memiliki pengalaman yang cukup di kedua bidang tersebut. Saya terbiasa mengerjakan berbagai jenis artikel dan caption media sosial. Beberapa contohnya adalah tema agrobisnis, wirausaha, horor, travelling, ekonomi, dan lain-lain.

Sebelumnya

Jenis Jambu Air Paling Unggul dan Manis di Indonesia

Fungsi pH Meter dan Jenis-jenisnya

Berikut