5 Alternatif Pengganti Rockwool Untuk Hidroponik, Hemat Biaya dan Baik Untuk Tanaman

Ada 5 alternatif media tanam hidroponik yang bisa jadi pengganti rockwool. Ada yang bisa langsung didapatkan dari alam tapi ada juga yang didapatkan dari produk buatan manusia.

Rockwool adalah media tanam hidroponik yang populer di kalangan petani. Hampir semua petani hidroponik pasti pernah memakai rockwool.

Kelebihan utama rockwool adalah bisa kita gunakan sebagai media tanam sejak penyemaian benih hingga panen. Kemampuan rockwool juga baik untuk akar dan saat menyerap nutrisi.

Apa Saja Pengganti Rockwool?

Ada 5 alternatif media tanam hidpronik yang tidak kalah baik, lebih murah, dan lebih tahan lama dari rockwool

Berikut ini adalah  5 media tanam alternatif yang bisa anda coba:

1. Buah gambas

Lebih umum kita kenal juga sebagai oyong, buah gambas adalah salah satu alternatif yang bisa petani hidroponik gunakan. Buah dari tanaman gambas ini mudah kita dapatkan karena tersedia di alam dalam jumlah banyak.

Pada umumnya buah gambasdikonsumsi sebagai olahan sayuran. Akan tetapi buah gambas tua tidak dikonsumsi sebagai sayuran. Biasanya, oyong tua ini dijadikan sponge mandi.

Selain sebagai sponge mandi, buah gambas tua bisa dimanfaatkan sebagai media tanam pengganti rockwool. Ciri oyong yang sudah tua dan bisa dapat menjadi media tanam yaitu sabutnya kasar dan cenderung keras.

Keunggulan oyong sebagai pengganti rockwool adalah tahan lama sebagai media tanam, kemampuan mengantar air yang baik, jumlahnya hampir tidak terbatas, dan ramah lingkungan.

2. Kain flanel

Kain flanel memang umum penggunaannya sebagai media tanam hidroponik. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari kemampuan kain flanel bisa sebaik kemampuan rockwool.

Media tanam kain flanel bisa anda dapatkan dengan mudah di sekitar anda. Bisa dari baju flanel yang sudah tidak terpakai atau membeli baru dari toko kain. Harga kain flanel juga terhitung lebih murah dari rockwool. Bahkan bisa saja mendapatkan kain flanel secara gratis.

Keunggulan lain kain flanel sebagai alternatif pengganti rockwool adalah penggunaannya bisa berkali-kali. Memang pada awalnya akan terasa tidak praktis karena harus memotong kecil dan sesuai ukuran pot.

Sayangnya, kemampuan kain flanel dalam menyerap air tidak sebaik rockwool. Akan tetapi hal tersebut bisa dapat tertangani dengan sistem pemupukan yang rutin dan baik.

3. Sabut kelapa

Sabut kelapa juga bisa jadi alternatif pengganti rockwool. Apalagi sabut kelapa bisa anda dapat dengan mudah, baik di desa atau kota.

Hanya saja, salah satu kekurangan terbesar sabut kelapa adalah getahnya. Getah sabut kelapa bisa menghambat tanaman menyerap nutrisi. Efeknya, tanaman jadi sulit berkembang.

Oleh karenanya, sebelum menjadi media tanam hidroponik, sabut kelapa harus kita cuci terlebih dulu hingga getah hilang. Setelah dicuci dan dikeringkan, sabut kelapa siap jadi media tanam alternatif.

Saat getah hilang, kemampuan sabut kelapa jadi baik bagi tanaman. Sabut kelapa bisa menyerap dan menyimpan nutrisi/air. Hal ini akan menguntungkan tanaman karena asupan nutrisi terjaga dan kelembapan media tanam juga terjaga.

4. Busa

Busa atau spons adalah alternatif media tanam hidroponik lainnya. Rockwool dan busa merupakan bahan buatan pabrik. Menurut penulis busa lebih mudah anda dapatkan dari rockwool.

Busa atau spon yang cocok untuk pengganti rockwool adalah busa berukuran 2,5 cm. Pada umumnya, busa berukuran tersebut biasa menjadi bahan dasar jok kursi kendaraan.

Dengan bentuk yang hampir sama dan kemampuan yang hampir sama dengan rockwool, busa juga bisa petani gunakan untuk tanaman hidroponik karena kemampuannya mendekati rockwool.

Petani cukup membagi busa dalam beberapa bagian. Kemudian, bibit ditanam di media tanam sabut kelapa.

5. Kapas filter akuarium

Kapas filter akuarium adalah pengganti rockwool dengan biaya terjangkau. Sebuah kapas filter akuarium bisa dipakai untuk menampung 5-10 tanaman. Untuk bisa mendapatkan kapas filter akuarium cukup mengeluarkan biaya di bawah Rp10.000.

Bandingkan dengan rockwool yang harganya di atas Rp10.000 untuk menampung tanaman dengan jumlah yang sama.

Untuk bisa mendapatkan hasil maksimal dari pemakan kapas filter akuarium adalah memasarkan kapas terendam air dengan baik. Kemudian bibit ditanam di kapas filter dengan jarak antara 1 hingga 1,5 cm.

Danu Santoso

Saya adalah orang yang tertarik dengan dunia tulis dan foto. Saya memiliki pengalaman yang cukup di kedua bidang tersebut. Saya terbiasa mengerjakan berbagai jenis artikel dan caption media sosial. Beberapa contohnya adalah tema agrobisnis, wirausaha, horor, travelling, ekonomi, dan lain-lain.

Sebelumnya

Mau Memiliki Monstera obliqua? Baca Ulasan ini Dulu