Implementasi Mekanisasi Pertanian Tepat Guna

Dengan latar belakang kebutuhan akan pengembangan pertanian, mekanisasi pertanian dianggap sebagai suatu metode strategis yang dapat diterapkan oleh pelaku bidang pertanian. Karena Indonesia adalah negara agraris, sehingga 50% lebih penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan kamu sebagai petani milenial harus bisa mengambil keuntungan dari teknologi.

Menimbang hal tersebut maka pertanian yang saat ini menjadi suatu pekerjaan penting untuk pemenuhan kebutuhan nasional, membutuhkan suatu pembangunan pertanian agar dapat memenuhi tiga pilar utama berupa ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, dan kesejahteraan petani.

Pembangunan pertanian berwawasan agribisnis selalu banyak berkaitan dengan peningkatan daya saing dan nilai tambah produk agar mendapatkan efisiensi, produktivitas, dan mutu produk pertanian. Dengan pendekatan mekanisasi pertanian dapat menjadi suatu langkah strategis dan penting dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan mutu produk pertanian tersebut.

Apa Itu Mekanisasi Pertanian?

Mekanisasi pertanian atau modernisasi pertanian memiliki definisi sebagai suatu ilmu yang mendalami tentang penggunaan alat-alat serta pemanfaatan bahan dan tenaga alam untuk mengembangkan daya karya manusia dalam bidang pertanian.

Peningkatan Produksi Pertanian

Secara lebih spesifik mekanisasi pertanian merujuk kepada agricultural mechanism, yaitu suatu kegiatan pengoptimalan penggunaan alat-alat pertanian baik alat konvensional atau bermesin. Hal ini untuk mengurangi tenaga yang keluar oleh manusia sehingga terjadi peningkatan efisiensi dan produktivitas dan memberikan nilai lebih pada mutu produk, nilai tambah, dan daya saing pertanian.

Mekanisasi pertanian dapat menjadi suatu cara untuk meningkatkan efisiensi dalam bidang pertanian karena mekanisasi pertanian mencakup tiga hal pokok penguasaan berupa:

  1. Penyerapan teknologi tepat guna; petani akan memahami fungsi dari alat-alat pertanian melalui data dan informasi yang ada,
  2. Penyesuaian teknologi tepat guna; petani mampu untuk menggunakan teknologi pertanian sesuai dengan kebutuhannya, dan
  3. Penciptaan/rekayasa teknologi alat mesin pertanian tepat guna; pembangunan pertanian akan semakin progresif ketika suatu masalah pertanian mendapatkan bantuan dari penciptaan alat-alat pertanian yang mampu memberikan efisiensi waktu kerja dengan hasil produk yang lebih baik lagi.

Apa Saja Jenis Mekanisasi Pertanian?

Pengembangan pertanian berwawasan agribisnis menunjukkan bahwa pengembangan manajemen agribisnis adalah upaya yang penting untuk mencapai tujuan di bidang pertanian modern. Pertanian modern di sini adalah pertanian yang terstruktur, efisien dan fleksibel, menciptakan nilai tambah, meningkatkan devisa, dan meningkatkan lapangan pekerjaan.

Mekanisasi pertanian

Wawasan agribisnis untuk modernisasi pertanian mengakibatkan pertanian memiliki cara pandang sebagai kegiatan usaha tani (on farm activities) dan kegiatan di luar usaha tani (off farm activities).

Pada masa kini, pertanian tidak hanya berbicara mengenai produksi namun juga tentang orientasi pasar. Orientasi pasar yang dimaksud yakni memperhatikan sisi permintaan (demand side) dan sisi penawaran (supply chain).

Sehingga jenis mekanisasi pertanian berkembang selaras dengan sistem manajemen agribisnis yang terdiri atas up-stream agribisnis (Hulu), on-farm agribisnis (Proses produksi), down-stream (hilir), supporting institution, management, technology application, dan outcome.

Pada pembahasan ini akan lebih memfokuskan kepada up-stream agribisnis (Hulu), yaitu merupakan sistem kegiatan industri dan perdangan yang menghasilkan sarana produksi pertanian primer.

Sarana produksi pertanian primer bisa berupa industri agro-kimia (pupuk dan pestisida), industri agro-otomotif (mesin traktor, perahu motor, dll), dan penyediaan pembenihan dan pembibitan. Pada budidaya hulu lebih memfokuskan kepada pemenuhan alat dan bahan untuk produksi dari masa tanam hingga masa panen.

Keuntungan Menerapkan Teknologi dalam Pertanian

Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk sebagai petani, sudah saatnya mengubah cara pandang bidang pertanian dari hanya sekedar agraris menjadi industri. Sesuatu yang berskala industri membutuhkan jangka waktu produksi lebih cepat dan berskala besar.

Harvester

Dengan menerapkan mekanisasi pertanian maka tujuan tersebut menjadi lebih mungkin tercapai. Hal ini karena terdapat nilai efisiensi dan nilai tambah produk yang terjadi. Beberapa keunggulan dari mekanisasi pertanian adalah :

  • meningkatkan produksi per satuan luas;
  • memberikan peningkatan pendapatan petani karena tambahan produksi;
  • menambah efektivitas, produktivitas, kuantitas, dan kualitas hasil pertanian;
  • mempertahankan mutu pada penanganan barang segar
  • meningkatkan nilai tambah pada hasil produksi dengan proses pengolahan yang benar dan tepat, tanpa memengaruhi rasa dan aroma;
  • meningkatkan efisiensi lahan dan tenaga kerja;
  • menghemat energi dan sumber daya (benih, pupuk, dan air);
  • meminimalkan faktor-faktor penyebab kegagalan dalam produksi;
  • meningkatkan luas lahan tanam dan menghemat waktu; dan
  • menjaga kelestarian lingkungan dan produksi pertanian yang berkelanjutan

Batasan dan Hambatan

Poin utama dari penerapan mekanisasi pertanian adalah penggunaan alat-alat pertanian terutama yang bermesin untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Sehingga meskipun terdapat keuntungan yang sangat besar dari mekanisasi pertanian, pada beberapa titik masih terdapat batasan dan hambatan untuk petani. Hal-hal tersebut merupakan :

  • Harga mesin pertanian produksi dalam negri masih lebih mahal jika membandingkannya dengan harga alat dan mesin buatan luar negeri yang mana harga alat dan mesin tersebut masih relatif tinggi jika bila mengukur berdasarkan daya beli petani.
  • Sebaran industri alat dan mesin pertanian belum merata dan masih terpusat di kota-kota besar di Pulau Jawa. Sebaran industri yang masih terpusat di daerah Jawa semakin sulit karena biaya distribusi yang besar sebabnya adalah Indonesia merupakan negara kepulauan.
  • Tenaga kerja pertanian yang terampil tidak seimbang dengan jumlah kebutuhannya. Dengan adanya permintaan komoditas pertanian yang mensyaratkan produk bermutu tinggi, tepat waktu, jumlahnya melimpah, maka kebutuhan tenaga terdidik sebagai pengelola usahatani yang maju dan dapat mengoperasikan mesin pertanian tepat guna.
  • Permodalan dan pemasaran yang masih terbatas. Produksi mesin pertanian membutuhkan modal yang besar, industri-industri kecil yang memproduksi peralatan tersebut masih terhalang dalam permodalan dan di lain sisi juga sulit untuk mengajukan kredit kepada bank. Selain itu pemasaran alat-alat pertanian mendapat pengaruh dari daya beli petani sebagai konsumen, laju kenaikan harga mesin tidak seimbang dengan kenaikan pendapatan petani.

Implementasi di Lahan Terbatas/Kecil

Sejalan dengan cepatnya perkembangan industri dan pertambahan penduduk di Indonesia  maka terjadi pergeseran fungsi lahan, dari lahan pertanian menjadi lahan industri, pemukiman, dan jalan raya.

Perubahan fungsi lahan tersebut menyebabkan semakin terbatasnya lahan untuk melakukan kegiatan pertanian. Sehingga perlu adanya penyesuaian dalam mekanisasi pertanian untuk kegiatan pertanian pada lahan terbatas.

Penyesuaian alat dan mesin pertanian berdasarkan ukuran alat yang dibuat lebih kecil, namun tepat guna atau inovasi alat dan mesin pertanian terbaru yang sesuai untuk tanaman yang hidup pada lahan terbatas.

Mesin dan Peralatan Pada Lahan Terbatas/Kecil

Micro Harvester

Agar pengembangan pertanian semakin optimal meskipun kegiatan pertanian dilakukan pada lahan terbatas, maka inovasi alat dan mesin pertanian disesuaikan dengan terbatasnya lahan tersebut.

Berikut adalah beberapa alat dan mesin pertanian untuk lahan minim :

Mico Harvester

Dalam hal mengatasi kondisi lahan sawah di Indonesia yang umumnya sempit dan berlumpur dalam, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan teknologi mekanisasi pertanian, berupa alat mesin pertanian modern untuk pengelolaan, pengendalian, dan pemrosesan padi berupa Mini Combine (Mico) Harvester. Adanya Mico harvester sangat berperan bagi petani karena lahan sawah di Indonesia umumnya memiliki drainase kurang baik sehingga tanahnya lembek.

Power Threser

Power threser merupakan alat dan mesin pertanian yang berukuran kecil dan digunakan untuk merontokkan padi yang bervarietas ulet seperti VUTB Fatmawati.

Mesin tanam

Mesin penanam padi ini berfungsi untuk menanam benih padi di lahan sawah yang telah petani siapkan sebelumnya. 

Bagian-bagian utama mesin ini adalah:  hopper untuk penampung benih, metering device sebagai alat untuk mengatur jumlah benih yang keluar, pembuka alur di tanah sebagai tempat benih tumbuh, penyalur benih ke tanah yang telah dibuka oleh pembuka alur tanah, penutup alur, dan sistem transmisi. 

Hand Spayer

Hand sprayer adalah alat untuk perawatan tanamanan agar tanaman terhindar dari serangan hama atau mendukung tanaman mendapatkan cukup nutrisi.

Cultivator mini

Cultivator atau tractor tangan mini merupakan salah satu peralatan pertanian modern yang fungsinya untuk mengolah tanah sekunder. Kinerja peralatan ini dimungkinkan melalui gerigi yang menancap ke lapisan permukaan tanah yang untuk menggerakannya biasa memakai traktor.

Mekanisasi Pertanian Pada Perawatan Tanaman

sprayer

Alat dan mesin pertanian hingga saat ini meliputi alat dan mesin untuk proses tanam, perawatan, dan panen. Alat dan mesin perawatan tanaman sangat penting untuk menjaga nutrisi dari tanaman tersebut serta mencegah adanya serangan hama.

berikut beberapa alat dan mesin perawatan tanaman: 

Battery sprayer

Dari alat dan mesin perawatan tanaman yang paling sederhana yaitu battery sprayer. Alat ini merupakan merupakan sprayer elektrik terbaik dan sangat ideal untuk menyemprot herbisida, insektisida, pupuk cair pengawet kayu, pelindung air surfaktan pada tanaman. 

Tractor Sprayer

Tractor sprayer atau mesin boom sprayer merupakan mesin pertanian yang berfungsi untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspense menjadi butiran cairan (droplet) atau spray. Mesin bergerak sendiri (self-propelled) dioperasikan oleh satu operator dengan cara duduk diatas mesin (riding). Komponen utama mesin terdiri dari motor penggerak, roda penggerak, nosel dan rangkaian system hidroulis

Balloon sprayer

Mesin penyemprot jenis ini menggunakan balon udara untuk mengangkat unit pemupuk.

Unit quadcopter akan dikendalikan oleh remot kontrol sebagai alat navigasi dan GPS berfungsi untuk menentukan titik poin balloon sprayer agar tidak hilang saat di luar jangkauan remot kontrol.

Drone sprayer

Teknologi perawatan tanaman paling modern adalah menggunakan drone. Dahulu drone hanya sebatas untuk dunia fotografi dan film, namun saat ini drone banyak petani gunakan sebagai alat dan mesin pertanian.  Drone sprayer  ini adalah pesawat nirawak yang berfungsi untuk menyemprotkan pestisida yang bertujuan membasmi hama. Di bagian bawah pesawat terdapat tangki penampung pestisida. Dua tangkai penyemprot yang dilengkapi nozel dan pompa terpasang di sisi kanan dan kiri. Sebuah kamera video terpasang untuk memantau kestabilan drone. Drone sprayer  beroperasi dengan bantuan dua operator, pertama mengendalikan laju dan arah terbang drone dan operator kedua bertugas menghidupkan sprayer.

Kesimpulan

Mekanisasi pertanian yang ditujukan untuk mengembangkan pertanian dengan dicapainya efisiensi dan produktivitas yang tinggi melalui penggunaan alat dan mesin pertanian perlu banyak dukungan dari Lembaga pertanian dan dipelajari oleh masyarakat petani.

Batasan dan hambatan yang ada perlu untuk dicari solusinya agar seluruh petani di Indonesia merasakan manfaat dari mekanisasi pertanian, maka dengan begitu pertanian berkelanjutan dapat tercapai.

Sumber :

  • Hadiutomo,K.2012.Mekanisasi Pertanian.Bogor : IPB Press
  • Hastuti, D.R.D.2017.Ekonomika Agribisnis.Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.
  • Kementrian Pertanian Badan Litbang Pertanian
  • Nurahman, dkk. 2012. Sprayer Balloon, prototype mesin penyemprot padi berbasis balon udara terkendali radio control dan GPS sebagai solusi peningkatan produksi padi di Indonesia.Bogor : IPB
Mahfita Ardyaningrum

Hello I’m Mahfita Ardyarum, Bachelor Student of Chemical Engineering in Brawijaya University. Interested in writing such scientific content, article, and essay. You can reach me by Instagram of fitardya. Nice to meet you, enjoy the article.

Sebelumnya

Mengenal Tanaman Sukulen si Cantik yang Minim Perawatan

7 Jenis Tanaman Monstera paling Cantik untuk Koleksimu

Berikut