6 Tips Budidaya Jeruk Baby: Rasa Manis, Hasil Melimpah

Saat pertama kali mendengarnya, pasti kamu berfikiran bahwa jeruk baby memiliki ukuran mungil, bukan? Padahal tidak, jeruk ini disebut demikian karena aman dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk bayi. Dengan kadar asam yang lebih rendah, jeruk ini memiliki cita rasa manis dan segar, apalagi jika di konsumsi pada siang hari.

Nah, kalau kamu tertarik untuk melakukan budidaya jeruk baby, maka bisa simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Jeruk Baby

Jeruk baby atau yang kita kenal dengan nama jeruk Pacitan merupakan salah satu dari jenis jeruk manis (Citrus Sinensis) terpopuler di Indonesia. Kamu bisa menemukan jeruk ini di daerah Pacitan, Indonesia.

Meskipun namanya jeruk baby, tetapi ukurannya masih sama dengan rata-rata jeruk pada umumnya. Sebutan jeruk baby adalah karena buah ini aman untuk dikonsumsi bayi.

Seperti yang kita ketahui, jeruk termasuk kategori buah yang terlalu asam untuk bayi konsumsi, sedangkan buah ini hanya memiliki tingkat keasaman 50% lebih rendah jika kita bandingkan dengan jeruk pada umumnya.

Karakteristik Jeruk Baby

Jeruk ini memiliki rasa yang manis dan unik. Kamu tidak akan menemukan rasanya diantara jeruk lainnya. Hal ini karena tingkat kemanisan yang buah ini miliki lebih tinggi daripada jeruk lainnya, seperti jeruk siam. Meskipun rasanya manis, buah ini tetap aman untuk kita makan dan baik bagi kesehatan.

Jeruk baby memiliki ukuran sedang, seperti jeruk pada umumnya. Sementara untuk diameternya adalah 8 cm, lalu memiliki rata-rata berat perbuah 150-200 gram per buah. Jeruk ini memiliki kulit yang tebal, sekitar 2 mm dengan tekstur mulus.

Saat masih muda, jeruk baby memiliki kulit berwarna hijau. Ketika mulai matang, warnanya berubah menjadi hijau sampai jingga cerah dan mengeluarkan aroma harum. Terkadang, kulit buahnya sukar kita kupas dari dagingnya. Sementara untuk dagingnya memiliki warna jingga kekuningan.

Nilai Ekonomi dan Harga Pasaran Jeruk Pacitan

Jeruk Pacitan sangat populer di Indonesia, terutama saat dikonsumsi menjadi jus. Tak heran, jika setiap tahunnya selalu ada permintaan meningkat terkait jeruk baby tersebut.

jeruk baby Pacitan

Hal tersebut membuat jeruk ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan, kisaran harga satu kali panen dengan tanah seluas satu hektare bisa memberikan keuntungan sampai Rp.300 juta. Tanah seluas itu bisa petani tanami hingga 5.000 pohon jeruk baby. Dari seluruh pohon tersebut, maka kamu bisa mendapatkan 50 ton total buah tiap panennya.

Penjualan hasil kebun biasanya menyesuaikan dengan grade atau kualitasnya. Untuk grade A dengan kualitas terbaik, harganya sekitar Rp.8000 per-kg. Lalu, untuk grade B dan C, harga pasarannya sekitar Rp.7.000 dan Rp.6.000 per-kg.

Jika ingin menanam buah ini, maka kamu harus membeli bibitnya terlebih dahulu. Untuk harga bibit jeruk di pasaran, kamu bisa mendapatkannya sekitar Rp.40.000 – Rp.50.000 untuk bibit setinggi 40cm sampai 60cm.

Kalau ingin mendapatkan pohon siap buah setinggi satu meter, kamu dapat membelinya dengan kisaran harga Rp.500.000 per pohon.

Sementara untuk harga pasarannya, Jeruk Pacitan memiliki banderol harga sekitar Rp.12.000 sampai Rp.15.000. Namun, jika sedang tidak panen raya, harga buah ini bisa melonjak antara Rp.25.000 sampai Rp.35.000 per kg.

Syarat Tumbuh Jeruk Baby

Jeruk baby merupakan salah satu tanaman yang bisa hidup di dataran rendah maupun tinggi. Ketinggian ideal untuk tempat tumbuhnya adalah 500 sampai 1000 mdpl. Meskipun kamu menanamnya di luar ketinggian itu, pohon jeruk baby masih bisa tumbuh, tetapi kualitasnya akan kurang baik.

Untuk bisa merawat pohon jeruk baby dengan baik, kamu harus menanamnya dengan sinar matahari penuh tanpa ada naungan. Suhu lingkungan berkisar antara 13 sampai 15 derajat celcius, dengan suhu optimal antara 22 sampai 23 derajat celcius.

Selain itu, curah hujan berkisar 1.000 sampai 3.000 mm/tahun atau optimalnya antara 1500 sampai 2500 mm/tahun. Lalu, untuk bulan kering (dibawah 60mm) atau sekitar 2-6 bulan dan optimalnya 3-4 bulan berturut-turut.

Karakteristik tanah yang cocok untuk menanam pohon jeruk baby adalah lapisan tanah dalam, tidak ada lapisan kedap air hingga kedalaman 150 cm, kedalaman air tanah kurang lebih 75cm, dengan tekstur lempung berpasir. Kamu juga perlu perhatikan pH tanahnya sekitar kurang lebih 65.

Tips Budidaya Jeruk Baby

Bagi kamu yang ingin membudidayakan pohon jeruk ini, maka bisa langsung ikuti 6 tips budidaya jeruk baby, di bawah ini.

Penyiapan Lahan Budidaya

Siapkan lokasi lahan yang bisa membuat pohon jeruk baby tumbuh dengan baik. Biasanya, pohonnya cocok untuk petani tanam di atas lahan yang berada di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan ketinggian kurang lebih 700 mdpl.

Selain itu, lahan yang petani perlukan adalah lahan terbuka karena pohon ini bisa berproduksi secara optimal dengan sinar matahari penuh tanpa naungan.

Untuk kriteria tanahnya sendiri, pastikan untuk memilih jenis tanah ideal, yakni lapisan tanah dalam dengan tekstur tanah lempung berpasir.

Persiapan Bibit Jeruk Baby

Setelah menyiapkan lokasi lahan, saatnya kamu mencari benih Jeruk Pacitan yang bagus. Benih tersebut bisa kita dapatkan dari bibit yang didapatkan dari cara pembibitan yang produksinya berdasarkan pada standar sertifikasi benih, serta pengawasan yang tepat.

Kamu bisa mendapatkan benih yang baik di berbagai toko pertanian yang khusus menyediakan bibit tanaman. Agar bisa mendapatkan benih berkualitas terbaik, pastikan kamu memilih benih yang memiliki label bebas penyakit.

Adapun ciri dari benih terbaik adalah memiliki batang lurus berdiameter sekitar 1 cm, dengan tinggi kurang lebih 90 cm dari dasar kantung plastik polybag.

Penanaman Jeruk Baby

Proses selanjutnya pada budidaya jeruk baby adalah pembersihan terhadap tanaman liar, serta pemupukan pada bagian yang akan petani tanami.

Tips budidaya jeruk baby disini adalah dengan mengatur pola baris yang arahnya dari timur ke barat. Cara tanam ini tentunya akan mempengaruhi sinar matahari yang menerangi pohon jeruk secara optimal.

Kamu bisa langsung membuat lubang tanam, jika hendak menanamnya di pekarangan, atau juga dalam tabulampot berdiameter 50-60 cm. Lalu, masukkan pohon atau benih jeruk ke dalamnya. Selanjutnya, tutup dengan tanah bercanpur pupuk kandang, serta dolomite secukupnya.

Perawatan Tanaman Jeruk Baby

Setelah berhasil menanam bibit pohon jeruk baby, kamu harus melakukan penyiraman rutin dan teratur. Apalagi pohon jeruk yang sedang berada pada masa vegetatif awal atau masa pertumbuhan sangat memerlukan penyiraman cukup. Pun saat masa pembungaan dan pembuahan kelak.

Sirami 1-2 kali sehari pada masa awal pertumbuhan atau dengan melihat cuaca serta kondisi tanah. Penyiraman tidak diperlukan jika curah hujan sudah cukup dan sinar matahari tidak terik.

Jangan lupa untuk memberi pupuk, termasuk NPK  daun atau ZPT supaya bisa cepat berbunga dan berbuah.

Saat perawatan ini, terkadang hama dan gulma masih sering muncul. Untuk pengendaliannya, salah satunya kamu bisa mengoleskan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada batang.

Panen

Pohon jeruk baby bisa mulai dipanen saat berusia 2-3 tahun dari bibit yang diperbanyak dengan menggunakan metode vegetatif, sehingga sudah bisa berbuah. Untuk hasil panen maksimal atau melimpah, bisa dicapai setelah usia 8 tahun.

panen jeruk baby

Satu pohon biasanya bisa menghasilkan buah sebanyak 300 sampai 400 buah per tahun. Ciri-ciri buah siap panen yaitu, jika kita pijat dengan ibu jari dan telunjuk, maka tidak akan terasa keras, kulitnya berwarna kekuningan, serta kadar sari buah mencapai 35-40%.

Untuk panen sendiri, sebaiknya petani lakukan saat cuaca cerah. Jangan memanjat pohonnya saat panen, tetapi gunakan tangga empat kaki, lalu potong buah dengan gunting pangkas. Masukkan buah yang sudah anda petik ke dalam tas plastik 5 kg untuk mencegah buah jatuh atau terbentur.

Pasca Panen

Jika panen sudah selesai, segera pindahkan buah dari dalam kantong plastik ke dalam keranjang yang sudah kita lapisi karung plastik. Lalu, tempatkan buah di tempat teduh dan bersih, kemudian lanjutkan dengan proses sortasi.

Singkirkan buah yang memiliki mutu rendah atau memar, serta buang buah yang rusak. Untuk buah yang bermutu baik sortasi berdasarkan diameter dan berat buah. Simpan buah berdasarkan kelompok A sampai D. Kelompok A merupakan buah yang terbesar dan bermutu baik, sementara kelompok D adalah buah dengan ukuran paling kecil.

Simpan jeruk baby dalam temperatur 8-10 derajat celcius. Kemas buah dalam keranjang bambu atau kayu tebal untuk ditempatkan di pasar lokal serta ekspor. Susun sedemikian rupa, agat buah tetap memiliki rongga antar buahnya, tetapi buah tetap dalam keadaan tidak bergerak.

Kesimpulan

Jeruk baby merupakan buah yang menjadi primadona di Indonesia, lantaran memiliki rasa manis dan unik, kalau kamu bandingkan dengan jeruk pada umumnya. Jeruk ini aman dikonsumsi oleh bayi karena kandungan asam lebih rendah.

Bagi kamu petani milenial yang ingin membudidayakan jeruk baby, maka bisa menggunakan beberapa tips di atas dengan mudah, ya. Jeruk ini tidak memiliki waktu lama untuk berbuah dan panen. Sehingga, kamu bisa dengan cepat menikmati hasilnya, lalu menjualnya ke pasar untuk mendapatkan keuntungan.

Yuliawanti Dewi
Yuliawanti Dewi merupakan mahasiswi tingkat akhir prodi ekonomi syariah. Aktif di dunia kepenulisan sejak tahun 2011 dan mulai mempelajari penulisan artikel pada tahun 2017. jika ingin berkenalan lebih lanjut bisa hubungi IG: @daisyfuu_
Sebelumnya

Kartu Tani, Kartu Sakti untuk Subsidi Petani

Tanaman Variegata, Trend Mutasi Tumbuhan yang Bernilai Tinggi

Berikut