Ini Dia 8 Tips Cara Ternak Lele untuk Pemula, Berani Coba?

Cara ternak lele tidaklah terlalu rumit untuk dipelajari, sehingga usaha budidaya perikanan ini dapat dilakukan oleh pemula untuk memulai usahanya.

Sebagai salah satu bentuk usaha dalam sektor produksi pangan, usaha ternak ikan lele (Clarias) kami perkirakan akan selalu memiliki peluang pasar yang cukup baik. Selain untuk konsumsi dalam negeri, tidak sedikit orang dari negara-negara Eropa maupun Timur Tengah yang suka dengan daging ikan lele, yang dalam Bahasa Inggrisnya kita kenal sebagai “cat fish”.

Dengan demikian selain pangsa pasar domestik ikan berkumis ini masih cukup besar, peluang ekspor ke Eropa maupun Timur Tengah juga masih tersedia.

Tentang Cara Ternak Lele

Cara ternak lele memang tidak terlalu sulit untuk kita pelajari, namun untuk melakukannya perlu ketekunan. Perlu ketekunan ekstra untuk merawat lele ternak agar dapat tumbuh dengan cepat dan optimal.

Pada umumnya, ada tiga jenis usaha ternak lele, yaitu :

  • Pembenihan lele
  • Pembesaran lele
  • Pembenihan dan pembesaran lele

Pembenihan lele memproduksi benih lele dengan mengawinkan induk lele untuk menghasilkan larva lele yang akan dibesarkan.

Usaha pembesaran lele atau banyak orang sebut juga penggemukan lele, peternak lakukan dengan memelihara larva atau benih sampai ukuran konsumsi.

Sedangkan kombinasi dari kedua kegiatan budidaya tersebut mulai dari pembenihan hingga membesarkan benih sampai ukuran konsumsi.

Karakteristik Lele

Ikan lele merupakan ikan yang memiliki daya survival kuat, mereka dapat bertahan hidup pada air dengan kualitas rendah. Bahkan mereka dapat bertahan di luar air dalam waktu cukup lama, selagi lingkungannya lembab, karena lele memiliki arborescent organ.

ikan lele

Arborescent organ atau sering disebut juga labirin adalah organ bantu pernafasan pada ikan lele, yang membuat mereka dapat mengambil sejumlah kecil oksigen dari udara. Selain untuk mengambil oksigen organ yang bentuknya menyerupai bunga karang tersebut juga dapat untuk menyimpan oksigen.

Selain memiliki Arborescent organ, ikan lele memiliki organ yang mirip kumis, yang disebut “barbel” pada rahang bawahnya, yang berfungsi sebagai alat peraba. Sehingga dengan alat ini lele dapat berburu walaupun dalam perairan yang sangat keruh dan minim cahaya.

Keberadaan barbel sendiri tidak lepas dari sifat alami lele sebagai hewan nocturnal yang aktif mencari makan pada waktu malam hari.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Pada Cara Ternak Lele

Walaupun ikan lele dapat bertahan hidup pada kualitas air yang sangat buruk, namun kondisi ini akan menghambat pertumbuhannya. Sehingga agar usaha ternak lele yang dapat berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelumnya, yaitu sebagai berikut.

1. Kolam atau Tempat Budidaya

Ada beberapa jenis kolam untuk membudidayakan lele. Seperti kolam beton, kolam plastik (terpal), drum dan kolam tanah. Untuk pembudidaya lele sebaiknya hindari penggunaan kolam tanah, pilihannya dapat menggunakan kolam terpal yang akan memudahkan dalam perawatan, serta modal awal tidak terlalu besar.

Kolam tanah memang baik untuk pertumbuhan lele, namun tidak kami sarankan bagi pembudidaya pemula. Karena selain kolam tanah untuk lele memerlukan rancangan kontruksi tersendiri, perawatannya juga lebih merepotkan bagi yang belum terbiasa.

Selain itu lokasi tempat yang akan menjadi kolam perlu anda perhatikan juga. Karena pada umumnya kolam lele akan menimbulkan bau tidak sedap, usahakan lokasinya yang tidak mengganggu lingkungan sekitar.

2. Bibit Lele

Jenis lele yang umum peternak kembangkan saat ini adalah Lele Phyton dan Lele Sangkuriang. Lele Dumbo memang masih ada yang mengembangkan namun sudah tidak menjadi favorit lagi.

3. Pakan

Ikan lele tergolong pada hewan omnivora, mereka makan tumbuhan maupun daging. Pakan alami mereka yang biasa diberikan pada usaha pembesaran lele antara lain :

  • Bangkai ayam (bakar terlebih dahulu).
  • Jeroan.
  • Daging keong mas atau bekicot.
  • Cacing sutra (untuk larva lele).
  • Belatung.
  • Daun talas.
  • Eceng gondok.

Selain pakan alami juga ada pakan buatan yang berbentuk pelet dan tepung dedak, yang pemberiannya disesuaikan dengan ukuran tubuh lele.

4. Vitamin

Agar lele dapat tumbuh dengan cepat dan lebih tahan terhadap penyakit, mereka perlu peternak berikan vitamin tambahan. Cara yang paling praktis adalah dengan membeli vitamin lele yang banyak terdapat di toko pertanian.

Cara Ternak Lele untuk Pemula

Bagi pemula, kami sarankan untuk memulai usaha pembesaran atau penggemukan lele sebelum mengembangkan jenis usaha ternak lele lain. Karena usaha pembesaran lele tidak memerlukan suatu keahlian khusus seperti pada usaha pembenihan lele. Berikut ini tahapan-tahapan cara ternak lele.

Persiapan Kolam

Persiapan kolam lele tujuannya untuk membuat kondisi air pada kolam menjadi lebih subur dan memiliki banyak plankton. Sedangkan pada kolam terpal atau beton yang masih baru, persiapan tujuannya adalah untuk menghilangkan sisa-sisa bahan kimia dari bahan terpal atau semen yang masih baru.

cara ternak lele di kolam tanah

Sedangkan pada kolam yang sudah pernah terpakai sebelumnya maka persiapan ditujukan untuk membersihkan kolam dari hama maupun bibit penyakit yang bisa menular pada benih lele yang akan ditebar.

Kebanyakan jenis lele suka pada temperatur air yang tidak terlalu dingin, sesuaikan suhu air kolam pada kisaran 25-28 derajat C. Kecuali jenis lele Sangkuriang, jenis lele lain akan menurun selera makannya apabila berada pada air bersuhu kurang dari 20 derajat C.

Pemilihan Benih Ikan Lele

Setelah kolam siap, pesan benih lele yang akan dibesarkan, untuk daerah dingin usahakan memilih jenis lele yang tahan dingin.

Pilih benih lele yang sehat dengan ukuran sekitar 5-7 cm, yang terlihat bergerak lincah dan tidak cacat. Serta pilih yang ukurannya seragam, karena ukuran benih lele yang berbeda-beda dapat merangsang kanibalisme pada lele.

Sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah benih yang akan anda beli, usahakan kepadatan tebarnya tidak lebih dari 100 ekor benih per meter persegi. Harga benih lele ukuran 5-7 cm saat ini bervariasi antara Rp. 100- Rp. 300 per ekornya.

Penyesuaian Lingkungan

Sebaiknya benih anda beli dari pembenihan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kolam, agar tidak stress selama di perjalanan. Waktu terbaik untuk mengirimkan benih adalah malam hari, dengan ini perkiraannya benih dapat sampai di kolam pada dini hari, agar penebaran dapat terjadi pada saat fajar, pagi harinya.

Setelah benih sampai, jangan langsung masukkan benih ke kolam, namun lalukan penyesuaian atau aklimatisasi pada benih, agar benih dapat menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan lingkungan barunya.

Biasanya benih akan dikirim dalam kantong plastik dengan oksigen, setelah benih sampai ke dalam kolam, masukkan kantong beserta benih ke kolam, tanpa membuka ikatan kantong, biarkan sekitar 15 menit.

Setelah 15 menit buka ikatan kantong benih dan masukkan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam kantong, sampai kantong penuh. Biarkan benih lele berenang keluar dengan sendirinya dari kantong, dan angkat kantong dari kolam setelah benih keluar semua.

Pemberian Pakan Ternak Lele

Saat baru kita tebar, bibit lele sebaiknya jangan langsung diberi makan, tunggu sampai sekitar 24 jam baru mulai pemberian pakan.

Lele yang sudah berada di kolam, dapat diberi pakan buatan maupun alami, sekitar 2-4 kali sehari, sesuaikan dengan selera makan lele, jangan menambahkan pakan bila pakan tidak habis.

cara ternak lele dan pemberian pakan

Bagi pembudidaya pemula yang paling praktis adalah menggunakan pakan buatan, karena lebih mudah untuk mengukurnya dan tinggal membelinya. Biasanya produsen pakan buatan menyediakan takaran pemberian pakan buatannya sesuai dengan usia dan jenis ikan.

Harga pelet pakan buatan untuk lele saat ini sekitar Rp. 6 ribu - 10 ribu per kg, tergantung kandungan dan merknya. Biasanya jumlah pakan dalam sehari berkisar antara 3% - 5% dari berat lele.

Penanganan Hama dan Penyakit

Jarang terdapat hama pada ternak lele, apabila kolam yang mendapatkan persiapan dan perawatan yang baik. Sedangkan pada kolam tanah maupun kolam yang mengandalkan sumber air dari saluran irigasi, bisa saja ada hama yang terbawa aliran air, apabila air yang masuk ke kolam tidak melalui filter terlebih dahulu.

Penyakit lele pada umumnya terpicu oleh padat penebaran yang terlalu tinggi maupun kualitas air yang buruk. Ada banyak penyakit pada ikan lele ataupun ikan ternak lainnya, seperti white spot, gatal-gatal, korengan, maupun serangan virus.

Waspadai gejala lele yang terlihat sering menggosokan tubuhnya ke kolam, atau apabila terdapat bercak putih maupun koreng. Segera angkat dan pisahkan ikan yang menunjukkan gejala tadi, lakukan perawatan dengan memberikan larutan metylen blue serta formalin sekitar 35-45 ppm. Biarkan ikan yang sakit dalam bak perawatan selama 1-2 hari, sampai gejalanya hilang.

Perhatikan Kualitas Air

Kualitas air yang buruk dapat membuat lele rawan terserang penyakit, untuk itu perhatikan kebersihan air dengan melakukan penggantian air dan bagi kolam terpal maupun beton lakukan pembersihan sisa pakan maupun kotoran yang mengendap di dasar kolam.

Selain itu jaga temperatur air selalu pada kisaran 26-28 derajat Celcius. Kecuali untuk lele sangkuriang yang benihnya berasal dari dari daerah sejuk, mereka dapat tumbuh sehat pada suhu air 20-28 derajat Celcius.

Panen Ternak Lele

Setelah sekitar 3-4 bulan lele sudah siap untuk peternak panen. Biasanya mulai dari ukuran 20 cm atau berat 200 gr per ekor, ikan lele sudah bisa anda jual, ukurannya tergantung pesanan yang membeli. Harga jual lele ke tengkulak saat ini antara Rp. 10 ribu - Rp. 15 ribu per kilonya.

cara ternak lele

Apabila ternak lele berhasil biasanya lele memiliki survival rate (SR) sekitar 80-95%. Berarti bila bibit lele yang peternak tebar sebanyak 1.000 ekor, maka hasil panennya sekitar 800 - 950 ekor, jika berhasil.

Sebelum panen, puasakan lele selama sekitar 24 jam, agar lele tidak buang kotoran saat berada di jalan.

Pascapanen

Terkadang tidak jarang ukuran lele hasil panen tidak seragam untuk itu perlu sortir yang akurat agar sesuai dengan pesanan pembeli. Walaupun sangat jarang, ada juga yang meminta hasil panen ikan lele konsumsi hasil sortir, biasanya untuk tujuan ekspor.

Kesimpulan

Cara ternak lele yang kami sarankan untuk pemula adalah dengan menggunakan kolam terpal dan air jernih bukan bioflok, karena lebih sederhana.

Lakukan uji coba ternak dengan 1.000 ekor lele dulu, setelah terbiasa baru tambah kapasitas ternak lele

Ahmad Nugroho Hening

Halo, saya seorang writer yang berawal dari blogger. Saya ngeblog sejak 2013 sampai sekarang. Saya siap membantu pekerjaan Anda dalam hal penulisan konten, cerpen, pengolahan data maupun pembuatan presentasi dan pembuatan subtittle. Jangan ragu untuk mengontak dan berbincang dengan saya.

Sebelumnya

Ikuti 7 Langkah Budidaya Tanaman Porang, Bahan Tepung Berkualitas Tinggi!

Daun Mimba dan Berbagai Manfaatnya untuk Kesehatan

Berikut