Ikuti 7 Langkah Budidaya Tanaman Porang, Bahan Tepung Berkualitas Tinggi!

Tanaman porang sedang jadi pembicaraan populer di beberapa tahun belakangan ini. Hal ini tidak bisa lepas dari beberapa cerita sukses pelaku budidaya tanaman porang.

Apa Itu Tanaman Porang?

Tanaman porang punya nama latin Amorphophallus oncophyllus Prain. Olahan tanaman porang paling populer adalah beras shirataki dan mie.

Dua olahan tanaman porang tersebut adalah pangan favorit masyarakat Jepang. Sebagai tambahan informasi, kebanyakan budidaya tanaman porang Indonesia bertujuan untuk ekspor ke Jepang.

Budidaya Tanaman Porang

Budidaya tanaman porang sebenarnya terhitung mudah karena sifat alami tanaman porang yang tidak rewel dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah.

Kabar baiknya lagi, tanaman porang juga termasuk jenis tanaman untuk kebutuhan konservasi. Artinya, tanaman porang mampu menjadi tanaman pemulihan lahan terancam.

Karakteristik Tanaman Porang

Tanaman porang sering sulit kita bedakan dengan suweg, walur, atau iles-iles. Walaupun juga perlu kita akui bahwa di setiap daerah, tanaman porang punya nama yang berbeda-beda. Maka dari itu, karakteristik tanaman porang perlu kami jabarkan dan anda pahami terlebih dahulu.

Pohon Budidaya Tanaman Porang

Mengutip dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, berikut ini beberapa karakteristik utama tanaman porang:

  1. Batang tanaman porang tumbuh tegak, lunak, halus, dan berwarna hijau dengan atau hitam. Batang tumbuh di atas ubi yang ada di dalam tanah. Ukuran diameter batang 5-50 mm, ukuran tangkai 40-180 cm X 1-5 cm. Tinggi tanaman porang bisa sampai 1,5 meter.
  2. Daun tanaman porang adalah daun majemuk. Daun terbagi jadi beberapa helai (menjari). Warna daun hijau muda hingga hijau tua. Tiap batang tanaman memiliki 4 daun majemuk. Tiap daun majemuknya memiliki 10 helai daun.
  3. Bubil/katak tanaman porang adalah bintil yang tumbuh di pertemuan batang sekunder dan ketiak daun. Bentuk bintil bulat simetris, diameternya 10-45 mm, dan berwarna kuning kecokelatan. Bubil inilah ciri fisik utama dan pembeda tanaman porang dengan tanaman Amorphopallus lain.
  4. Bunga tanaman porang terdiri atas seludang bunga, putik, dan benang sari. Bentuk seludang bunga agak bulat, agak tegak, dengan tinggi 20-28 cm.
  5. Biji atau buah tanaman porang berwarna hijau muda saat muda, kuning kehijauan menjelang tua, dan oranye kemerahan saat sudah matang (tua). Bentuk tandan buah lonjong meruncing ke pangkal, dengan tinggi 10-22 cm. Tiap tandan punya 100-450 biji.
  6. Akar tanaman porang hanya akar primer. Akar tersebut tumbuh dari bagian pangkal batang dan sebagian menyelimuti umbi. Sebelum bibit tumbuh daun, akar tanaman porang akan tumbuh dengan cepat dalam waktu 7-14 hari, kemudian tumbuh tunas baru.

Cara Budidaya Tanaman Porang

Ada 7 langkah cara budidaya tanaman porang yang perlu anda lakukan. Panduan langkah ini adalah panduan awal yang bisa jadi rujukan pendatang baru pelaku budidaya tanaman porang.

Hasil Panen Budidaya Tanaman Porang

Persiapan lahan tanam

Langkah pertama budidaya tanaman porang adalah menyiapkan lahan. Saat menyiapkan lahan tanaman porang, perhatikan beberapa kondisi persiapan lahan berikut:

  • Bersihkan lahan dari rumput dan gulma.
  • Jarak lubang tanam adalah 25 cm X 50 cm atau 25 cm X 60 cm.
  • Tanah gembur akan menghasilkan umbi bulat besar, tanah kering akan menghasilkan umbi lonjong, lebih bagus lagi di tanah berpasir.
  • Tingkat keasaman tanah ada di pH 6-7.
  • Sediakan tanaman naungan di sekitar lahan penanaman. Contohnya seperti pohon jati, mahoni, atau sonokeling. Bila tanaman naungan tidak ada, gunakan paranet sebagai penggantinya.

Persiapkan Bibit

Untuk memulai budidaya tanaman porang tentu saja kita membutuhkan bibit porang. Untuk mendapatkan bibit tanaman porang bisa melalu cara generatif atau vegetatif. Ada 3 cara utama mendapatkan bibit tanaman porang, yaitu dari bubil, dari biji, dan dari umbi. Beberapa hal yang harus petani perhatikan terkait bibit tanaman porang adalah:

  • Bibit porang yang berasal dari umbi sebaiknya petani dapatkan di bulan Juli sampai Agustus. Sedangkan bibit yang berasal dari bubil, sebaiknya anda dapatkan di bulan Mei hingga Juni. Tujuannya agar bibit memiliki kadar air rendah.
  • Bibit dari umbi bisa disimpan hanya selama 2 bulan. Sedangkan bibit porang dari bubil bisa anda simpan selama 4 bulan.
  • Pengangkutan bibit porang menggunakan kotak terbuka. Sangat tidak kami anjurkan membawa bibit porang memakai karung atau sejenisnya.
  • Bibit tanaman porang harus kita simpan di tempat teduh, beralas tanah dengan lapisan pasir
  • Penyimpangan bibit porang tidak ditumpuk.

Penanaman

Saat menjalankan budidaya tanaman porang, selalu perhatikan jadwal dan kondisi bibit.

Sejumlah faktor yang perlu diperhatikan saat mulai berada di tahapan penanaman tanaman porang adalah waktu penanaman, metode penanaman, dan jarak antar bibitnya.

Kebun Tanaman Porang

Waktu tanam tanaman porang sangat tergantung pada jenis bibit porang yang petani miliki. Bibit porang yang berasal dari bubil dan umbi sebaiknya penanamannya pada musim kemarau.

Bibit tanaman porang yang berasal dari cabutan, stek, biji, masih membutuhkan waktu persemaian sebelum petani tanam di lahan. Awal musim hujan adalah waktu yang cocok untuk menanam bibit tanaman porang hasil persemaian tersebut.

Metode penanaman tanaman porang juga harus sesuai dengan kondisi bibit. Bibit dari umbi bisa petani tanam dengan kondisi tunas terbalik atau tidak terbalik.

Jika bibit porang berasal dari bubil, maka mata bubil tidak dibalik agar bubil bisa tumbuh jadi tanaman porang.

Untuk bibit hasil persemaian harus disemaikan terlebih dahulu. Setelah penyemaian, bibit baru bisa kita pindahkan ke lahan tanam.

Kemudian, perhatikan juga jarak tanam antar bibit porang. Jarak lubang tanam bagi bibit yang berasal dari umbi dan bubil 25 cm X 50 cm atau 25 cm X 60 cm.

Untuk bibit hasil persemaian, sesuaikan dengan kondisi bibit hasil persemaian. Sebab setiap hasil persemaian punya karakter sendiri-sendiri.

Penyiangan

Penyiangan dalam budidaya tanaman porang menentukan kualitas akhir tanaman porang. Untuk itu, penyiangan perlu dilaksanakan secara rutin sejak bulan pertama.

Penyiangan dapat dilakukan secara manual atau memakai bahan-bahan kimia. Hasil akhir aktivitas penyiangan adalah membunuh rumput sampai akar-akarnya.

Penyiangan secara manual tidak berisiko bagi tanaman porang. Sebaliknya, penyiangan dengan bahan kimiawi memiliki risiko mematikan tanaman porang.

Oleh sebab itu, penyiangan dengan bahan kimiawi mesti dijalankan dalam periode waktu tertentu. Selain penyiangan dengan bahan kimiawi, pastikan juga melakukan penyiangan secara manual.

Kombinasi kedua jenis penyiangan memungkinkan area lahan budidaya lebih maksimal terbebas dari rumput dan gulma.

Pemupukan dan Pendangiran (penggemburan tanah)

Proses pemberian pupuk pada tanaman porang adalah sejak bibit berada di lahan tanam hingga siap panen.

Tahap pemupukan sebaiknya dilakukan setelah aktivitas penyiangan. Pelaku budidaya tanaman porang bisa memakai pupuk organik saja, pupuk anorganik, atau campuran pupuk organik-anorganik.

Selain pemupukan, pastikan juga melakukan pendangiran. Agar tanah lahan menjadi gembur kembali, aerasi tanah kembali baik, yang secara otomatis merangsang pertumbuhan tanaman porang.

Aktivitas pendangiran sebaiknya terjadi setelah pemupukan. Agar pupuk dapat tertutup tanah. Aktivitas pendangiran juga sebaiknya dilakukan secara rutin berbarengan dengan aktivitas pemupukan.

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Budidaya tanaman porang tidak lepas dari ancaman hama dan penyakit. Sejauh ini beberapa hama dan penyakit tanaman porang berhasil diidentifikasi.

Berikut ini beberapa hama dan penyakit serta bagaimana menanggulanginya:

  • Hama ulat makassar orketti adalah ulat yang memakan daun-daun tanaman porang. Pemakaian pestisida berdosis tepat bisa menghilangkan hama ini.
  • Hama ulat umbi araechenes adalah ulat yang menyerang umbi tanaman porang. Akibatnya, bobot dan kualitas umbi porang jadi jelek. Mengatasi hama ini cukup sulit, maka dari itu yang bisa kita lakukan hanyalah pencegahan dengan teknik budidaya tanaman porang yang tepat.
  • Hama belalang sembah menyerang daun tanaman porang. Pemakaian pestisida dengan dosis tepat bisa menghalau serangan hama ini.
  • Penyakit busuk batang semu bisa kita identifikasi secara cepat karena ciri khasnya. Saat diserang penyakit ini, tanaman porang jadi berbau busuk dan berlendir. Untuk menghadapinya, gunakan fungisida agar bakteri penyebab penyakit hilang.
  • Penyakit layu daun pada tanaman porang membuat tanaman jadi sarang kembang biak miselium atau hifa. Bila sudah begitu, proses perkembangan tanaman porang jadi terganggu. Pemakaian fungisida dengan dosis tepat sangat membantu untuk hal ini.

Untuk mencegah hama dan penyakit tanaman porang, maka perawatan dan teknik budidaya sangat berperan. Salah satunya saat proses pemupukan yang harus terjadwal dan sesuai dosis.

Penyiangan juga punya peran menghilang rumput/gulma yang bisa jadi sarang hama dan penyakit porang.

Bila pencegahan sudah anda lakukan tapi hama dan penyakit masih datang juga, maka pemakaian pestisida karbofuran, bakterisida, dan fungisida sangat kami sarankan.

Panen Tanaman Porang

Dalam siklus budidaya tanaman porang, panen pertama baru bisa petani lakukan setelah 2 tahun sejak bibit ditanam. Saat berusia 2 tahun, umbi siap panen akan berukuran sekitar 1 kilogram.

Hasil Panen Tanaman Porang

Sedangkan umbi yang berukuran kurang dari 1 kilogram sebaiknya biarkan saja untuk dapat panen di waktu berikutnya.

Pada umumnya, panen kedua dapat anda lakukan saat tanaman porang sudah berusia 3 tahun. Atau satu tahun setelah panen pertama.

Ciri khas tanaman porang siap panen adalah daun mengering dan lepas dari batangnya. Saat umbi dipanen, berhati-hatilah saat memotongnya karena potongan umbi yang jelek bisa menurunkan harga jual porang.

Kesimpulan

Budidaya tanaman porang di Indonesia tahun 2021 masih terhitung sangat menjanjikan. Baik karena permintaannya yang masih terus ada, juga karena kompetitor belum banyak, dan budidaya tanaman porang tidak terlalu merepotkan.

Terlebih lagi, tanaman porang memiliki sejuta manfaat. Hal ini makin melambungkan nama tanaman porang di level dunia. Maka sebagai petani milenial, segeralah memulai budidaya tanaman porang tahun 2021 karena tidak sedikit yang tertarik dengan nilai jualnya.

Danu Santoso

Saya adalah orang yang tertarik dengan dunia tulis dan foto. Saya memiliki pengalaman yang cukup di kedua bidang tersebut. Saya terbiasa mengerjakan berbagai jenis artikel dan caption media sosial. Beberapa contohnya adalah tema agrobisnis, wirausaha, horor, travelling, ekonomi, dan lain-lain.

Sebelumnya

Kenali Bahan Pakan Ayam Petelur Terbaik untuk Hasilkan Telur Berkualitas

Ini Dia 8 Tips Cara Ternak Lele untuk Pemula, Berani Coba?

Berikut